Abstract:
Ketidaktercapaian target produksi pada industri dirgantara dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan kapasitas antarstasiun kerja yang memicu bottleneck, penumpukan Work In Process (WIP), dan terganggunya aliran material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual sistem produksi, mengembangkan model simulasi yang merepresentasikan sistem produksi, serta menentukan alternatif perbaikan untuk meningkatkan pencapaian target produksi pada area Sheet Metal Departemen Detail Part Manufaktur (DPM) PT. Dirgantara Indonesia.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Discrete Event Simulation (DES) menggunakan perangkat lunak FlexSim. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi data operasional perusahaan periode 2025. Validasi model dilakukan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE), uji kesamaan dua rerata, dan uji kesamaan dua variansi.
Hasil simulasi kondisi existing menunjukkan output sebesar 14.829 unit dari target 40.311 unit atau hanya mencapai 36,79%, dengan total WIP sebesar 25.482 unit. Bottleneck teridentifikasi pada proses Fitter Rubber Press Hand Forming dan Finish Forming. Model simulasi menghasilkan nilai MAPE sebesar 1,02% dan dinyatakan valid. Pengujian tiga skenario menunjukkan bahwa Skenario 3 merupakan alternatif terbaik dengan penambahan operator/outsourcing, serta menjadi 3 shift , dan mencapai target produksi sebesar 40.311 unit, sekaligus menghilangkan penumpukan WIP dan memperlancar aliran material.. Dengan demikian, peningkatan kapasitas pada stasiun bottleneck berdasarkan prinsip Theory of Constraints (TOC) efektif dalam meningkatkan throughput dan mencapai target produksi.