Abstract:
Industri pengolahan kayu dituntut untuk menghasilkan produk yang berkualitas guna memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Namun, dalam proses produksinya masih sering ditemukan berbagai jenis cacat produk yang dapat menurunkan kualitas, meningkatkan biaya produksi, serta mengurangi efisiensi operasional perusahaan. PT Synergy Karya Cemerlang Cilacap sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi papan kayu juga menghadapi permasalahan serupa, di mana masih ditemukan produk cacat seperti papan melengkung, permukaan tidak rata, pecah, dan kesalahan pemotongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang dominan, menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya cacat produk, serta menentukan prioritas perbaikan untuk meminimalkan tingkat kecacatan produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure mode and Effects Analysis (FMEA). Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak yang terlibat dalam proses produksi, serta dokumentasi data produksi perusahaan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi mode kegagalan (failure mode), menentukan nilai Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D), kemudian menghitung nilai Risk priority number (RPN) sebagai dasar penentuan prioritas perbaikan. Hasil penelitian diharapkan mampu mengidentifikasi jenis cacat yang paling dominan serta faktor penyebab utama yang berasal dari aspek manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan kerja. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi perbaikan yang tepat berdasarkan nilai RPN tertinggi sehingga dapat membantu perusahaan dalam menekan tingkat kecacatan produk, meningkatkan kualitas produk papan kayu pinus, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi.