| dc.contributor.author | Tresna Gumelar, Riska | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-12T03:08:01Z | |
| dc.date.available | 2026-09-12T03:08:01Z | |
| dc.date.issued | 18-08-26 | |
| dc.identifier.issn | 1520125097 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9747 | |
| dc.description.abstract | Latar Belakang : Abortus imminens merupakan komplikasi awal kehamilan yang paling sering dijumpai pada trimester pertama. Data RSUD Pandega Pangandaran menunjukkan peningkatan kasus dari 102 kasus pada tahun 2024 menjadi 151 kasus pada tahun 2025. Aktivitas seksual diduga memicu kontraksi miometrium akibat stimulasi mekanis, pelepasan oksitosin, serta paparan prostaglandin dalam cairan semen. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat aktivitas seksual pada trimester 1 dengan kejadian abortus imminens di RSUD Pandega Pangandaran Tahun 2025. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester 1 (0–12 minggu) di RSUD Pandega Pangandaran sebanyak 249 orang dengan jumlah sampel sebanyak 75 ibu hamil yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling dari data sekunder rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta kalkulasi Odds Ratio (OR). Hasil : Dari 75 ibu hamil menunjukkan 40 ibu hamil (53,3%) memiliki riwayat melakukan aktivitas seksual dan 46 ibu hamil (61,3%) didiagnosis mengalami abortus imminens. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat aktivitas seksual pada trimester 1 dengan kejadian abortus imminens (p-value = < 0,001), Odds Ratio (OR) Sebesar 15,273 dan (95% CI: 4,703-49,596), yang menandakan ibu hamil trimester 1 yang melakukan aktivitas seksual memiliki peluang risiko 15,27 kali lebih besar mengalami abortus imminens dibandingkan ibu hamil yang tidak melakukan aktivitas seksual. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat aktivitas seksual pada trimester 1 dengan kejadian abortus imminens di RSUD Pandega Pangandaran. Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan pemberian edukasi dan konseling prenatal (pelvic rest maupun modifikasi koitus aman seperti penggunaan kondom) sejak kunjungan kehamilan pertama (K1). | en_US |
| dc.description.sponsorship | Dr. Tita Rohita, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep. Bdn. Ririn Lestari, SST., M.Kes., | en_US |
| dc.publisher | fakultas ilmu kesehatan | en_US |
| dc.subject | Abortus Imminens, Aktivitas Seksual, Trimester Pertama, Kehamilan. | en_US |
| dc.title | HUBUNGAN RIWAYAT AKTIVITAS SEKSUAL PADA TRIMESTER 1 DENGAN KEJADIAN ABORTUS IMMINENS DI RSUD PANDEGA PANGANDARAN TAHUN 2025 | en_US |
| dc.title.alternative | HUBUNGAN RIWAYAT AKTIVITAS SEKSUAL PADA TRIMESTER 1 DENGAN KEJADIAN ABORTUS IMMINENS DI RSUD PANDEGA PANGANDARAN TAHUN 2025 | en_US |
| dc.type | Other | en_US |