| dc.description.abstract |
Meningkatnya urgensi sistem pertanian berkelanjutan menjadi krusial untuk mengungkap potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang mampu memperkuat kesejahteraan petani sekaligus menjamin keberlanjutan agribisnis lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan serta kelayakan usahatani padi organik di Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang berfokus pada studi kasus di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Teknik penarikan sampel dengan rumus sempel jenuh yaitu terknik penentuan sempel yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai responden. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) Rata-rata total biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam usahatani padi organik mencapai Rp. 13.742.928,41 per hektar untuk satu kali musim tanam. Sementara itu, rata-rata penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 56.311.500 per hektar untuk satu kali musim tanam. Dengan demikian, rata-rata pendapatan dari usahatani padi organik adalah Rp. 42.568.571,59 per hektar untuk satu kali musim tanam. (2) Rasio R/C pada usahatani padi organik di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis adalah 2,13. Ini berarti bahwa setiap pengeluaran sebesar Rp. 1,00 akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 2,13, sehingga petani padi organik memperoleh keuntungan sebesar Rp. 1,13. Oleh karena itu, usahatani padi organik dianggap layak untuk dijalankan. |
en_US |