Abstract:
Proyek Penataan Stasiun Tasikmalaya merupakan pekerjaan penataan kembali
fasilitas stasiun yang memiliki berbagai jenis pekerjaan dengan hubungan
ketergantungan dan durasi pelaksanaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan
untuk menyusun jaringan kerja proyek menggunakan metode Critical Path Method
(CPM), mengidentifikasi aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, serta
mengetahui hasil penjadwalan ulang berdasarkan CPM. Metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data time schedule,
Kurva S, dan laporan progres mingguan. Analisis dilakukan melalui penentuan
durasi dan hubungan pendahulu (predecessor), penyusunan jaringan kerja Activity
on Arrow (AOA), perhitungan forward pass dan backward pass, penentuan float,
serta identifikasi jalur kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis pada
Bangunan Utama adalah A1–B1–B2–B7–B4–B3 dengan durasi 25 minggu;
Bangunan Ticketing adalah A1–B1–C3–D1–D4–D7 dengan durasi 21 minggu;
Bangunan ATM adalah A1–B1–B2–B4–B3 dengan durasi 16 minggu; Area
Kawasan adalah A1–B1–C1a–C1c–C1f–D4 dengan durasi 41 minggu; Bangunan
Toilet adalah A1–B1–C2–C4–D1–E1–E2 dengan durasi 8 minggu; Bangunan
Tenant adalah A1–B1–C2–C4–D1–E1–E2 dengan durasi 15 minggu; dan
Bangunan Genset adalah A1–C1–C2 dengan durasi 7 minggu. Hasil identifikasi
jalur kritis tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan
penjadwalan ulang. Hasil penjadwalan ulang dibandingkan dengan rencana awal
melalui Kurva S untuk mengetahui perubahan distribusi waktu pelaksanaan
pekerjaan. Dengan demikian, metode CPM dapat digunakan untuk
mengidentifikasi aktivitas yang menjadi prioritas pengendalian serta menjadi dasar
dalam penyusunan jadwal ulang proyek.