| dc.description.abstract |
Rendahnya minat berwirausaha lulusan SMK menjadi permasalahan strategis, ditunjukkan oleh data Tracer Study SMK Jawa Barat 2024/2025 yang mencatat hanya 23,72 persen lulusan SMK di Jawa Barat memilih berwirausaha setelah lulus, sementara siswa jurusan ATPH SMK Negeri Puspahiang cenderung lebih memilih bekerja sebagai pegawai atau melanjutkan pendidikan dibandingkan membuka usaha mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat berwirausaha siswa serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat berwirausaha siswa Jurusan ATPH SMK Negeri Puspahiang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan teknik survei, melibatkan seluruh 33 siswa kelas XII Jurusan ATPH sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala likert 1-5 dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda berbantuan SPSS 25, dilengkapi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan tingkat minat berwirausaha siswa berada pada kategori tinggi (rata-rata 15,39); secara parsial hanya Efikasi Diri yang berpengaruh positif dan signifikan (t-hitung 4,886 > t-tabel 2,048; Sig. 0,000), sedangkan Pendidikan Kewirausahaan, Lingkungan Keluarga, dan Pengalaman Prakerin tidak berpengaruh signifikan secara parsial; namun secara simultan keempat variabel berpengaruh signifikan (F-hitung 12,414 > F-tabel 2,714; Sig. 0,000) dengan kemampuan model menjelaskan variasi minat berwirausaha sebesar 58,8% (Adjusted R2 = 0,588). Disarankan agar sekolah memprioritaskan program penguatan kepercayaan diri siswa dalam berwirausaha seperti simulasi usaha, kompetisi rencana bisnis, siswa diharapkan lebih aktif memanfaatkan pengalaman prakerin untuk membangun keyakinan diri berwirausaha, dan peneliti selanjutnya menambahkan variabel lain serta menguji kemungkinan pengaruh efek mediasi Efikasi Diri. |
en_US |