Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan literasi matematis siswa, khususnya pada materi geometri yang membutuhkan pemahaman visual dan konsep kontekstual secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serta perbedaan peningkatan kemampuan literasi matematis antara siswa yang belajar menggunakan media pembelajaran berbasis digital Mathigon berorientasi Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan media konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimen Semu (Quasi-Experimental Design) dengan bentuk Non-equivalent pretest-posttest Control Group Design. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji-t independen (Independent Sample T-Test), serta perhitungan nilai N-Gain. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IX SMP Islamiyah Kaaffah Tasikmalaya dengan sampel yang dipilih secara purposive sampling terdiri dari kelas IX-A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX-B sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan literasi matematis berbentuk soal uraian berbasis indikator PISA (Formulate, Employ, dan Interpret) pada materi kekongruenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan literasi matematis pada kelas eksperimen tergolong kategori tinggi dengan rata-rata indeks N-Gain sebesar 0,792, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori sedang dengan N-Gain sebesar 0,668. Hasil Uji-t independen data N-Gain menghasilkan nilai signifikasi 0,000 (p<0,05), yang mengidentifikasikan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi matematis yang signifikan antara siswa yang belajar dengan media digital Mathigon dibanding media konvensional, Dimana keterlibatan aktif dan eksplorasi fitur visual Mathigon terbukti efektif mendukung pemahaman konsep geometri siswa.