Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan front cone hop dan diagonal cone hop terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 1 Rancah Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 14 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 7 orang kelompok latihan front cone hop dan 7 orang kelompok latihan diagonal cone hop. Instrumen yang digunakan untuk mengukur daya ledak otot tungkai adalah standing broad jump test. Perlakuan latihan dilaksanakan secara terprogram, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tes awal kelompok front cone hop sebesar 190,0 cm dan meningkat menjadi 192,14 cm pada tes akhir. Pada kelompok diagonal cone hop, rata-rata tes awal sebesar 196,5 cm dan meningkat menjadi 198,28 cm pada tes akhir. Hasil uji normalitas menunjukkan seluruh data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi > 0,05, sedangkan hasil uji homogenitas menunjukkan data memiliki varians yang homogen. Hasil paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan front cone hop memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai dengan nilai Sig. 0,006, sedangkan latihan diagonal cone hop juga memberikan pengaruh yang signifikan dengan nilai Sig. 0,001. Selanjutnya, hasil independent sample t-test menunjukkan nilai Sig. 0,022 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok front cone hop dan diagonal cone hop terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Kesimpulan bahwa latihan front cone hop dan diagonal cone hop sama-sama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 1 Rancah Kabupaten Ciamis, serta terdapat perbedaan pengaruh antara kedua bentuk latihan tersebut.