Abstract:
Latar Belakang: Stunting merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan 1000 haripertama sampai usia 2 tahun. Salah satu faktor yang memengaruhi diantaranya status gizi ibu yang rendah selama kehamilan yang dilihat dari status pengukuran LILA <23,5 atau mengalami KEK. Data di Wilayah Kerja Puskesmas Sukahening Tasikmalaya tahun 2025 sebanyak 235 balita (13,4%) stunting dari 1748 balita ibu hamil KEK sebanyak 173 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. Metode: penelitian ini studi kasus kontrol dan pendekatan restrospektif. Didapatkan sampel sebanyak 94 orang yang diperoleh dengan teknik sistematik random sampling. Proses pengumpulan data menggunakan cheklist yang direkap dari buku KIA dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi square. Hasil : Status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran (LiLA) sebagian besar tidak KEK (75,4%), Kejadian stunting (berdasarkan TB/U) sbanyak 29,8%. Ibu yang mengalami KEK selama hamil sebagian besar memiliki balita stunting, sedangkan dari ibu yang tidak mengalami KEK sebagian besar memiliki balita tidak stunting. Hasil uji staistik didapatan p valaue 0,006. Kesimpulan : terdapat hubungan status gizi ibu saat ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Sukahening Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026. Ibu balita disarankan melakukan pencegahan stunting pada balita dengan mengkonsumsi makanan gizi selama kehamilan dan konsumsi tablet Fe untuk pencegahan anemia, pemberian pola makan balita yang seimbang untuk mencegah stunting pada balita.