Abstract:
Persalinan sectio caesarea (SC) merupakan tindakan operatif yang dilakukan untuk mengatasi komplikasi persalinan berdasarkan indikasi medis. World Health Organization (WHO) merekomendasikan angka persalinan sectio caesarea sebesar 10–15% dari seluruh persalinan, namun di Indonesia angka sectio caesarea mencapai 17,6%, sedangkan di Rumah Sakit Umum Banjar Patroman Tahun 2025 tercatat 163 dari 221 persalinan pada primigravida (73,8%). Tingginya angka tersebut menunjukkan perlunya penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea pada primigravida di Rumah Sakit Umum Banjar Patroman Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh ibu primigravida yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Banjar Patroman Tahun 2025 sebanyak 221 responden dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis. Variabel dependen adalah persalinan sectio caesarea, sedangkan variabel independen meliputi usia ibu, preeklampsia berat, gawat janin, malpresentasi, gagal induksi, dan kala II lama. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa malpresentasi (p < 0,001) dan gagal induksi (p < 0,001) berhubungan secara bermakna dengan persalinan sectio caesarea, sedangkan usia ibu (p = 0,782), preeklampsia berat (p = 0,689), gawat janin (p = 0,114), dan kala II lama (p = 0,725) tidak berhubungan secara bermakna. Keterbatasan penelitian ini adalah penggunaan data sekunder yang bergantung pada kelengkapan rekam medis serta penelitian hanya dilakukan di satu rumah sakit. Disimpulkan bahwa malpresentasi dan gagal induksi merupakan faktor yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea pada primigravida di Rumah Sakit Umum Banjar Patroman Tahun 2025.