Abstract:
ABSTRAK
Latar Belakang: Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) Intra Uterine Device (IUD) masih relatif rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan dalam memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan MKJP IUD pada akseptor KB aktif di Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 843 akseptor KB aktif, dengan sampel sebanyak 89 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan, sikap, dukungan suami, peran tenaga kesehatan dalam KIE, dan pemilihan kontrasepsi IUD, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Mayoritas responden berusia 36–45 tahun (47,2%), merupakan ibu rumah tangga (95,5%), dan berpendidikan SLTA (62,9%). Sebagian besar memiliki pengetahuan kurang (49,4%), sikap negatif terhadap IUD (64,0%), tidak memperoleh dukungan suami (59,6%), menilai peran tenaga kesehatan dalam KIE kurang optimal (68,5%), serta masih memilih metode kontrasepsi non-IUD (70,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif, sangat kuat, dan signifikan antara pengetahuan (r=0,859; p=0,000), sikap (r=0,805; p=0,000), dukungan suami (r=0,895; p=0,000), serta peran tenaga kesehatan (r=0,890; p=0,000) dengan pemilihan MKJP IUD. Analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemilihan MKJP IUD (OR=1,096; p=0,017). Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan dalam KIE berhubungan secara signifikan dengan pemilihan MKJP IUD, dengan dukungan suami sebagai faktor yang paling dominan. Oleh karena itu, peningkatan edukasi kepada pasangan usia subur serta keterlibatan aktif suami dalam pengambilan keputusan keluarga berencana perlu terus ditingkatkan untuk mendorong penggunaan kontrasepsi IUD.