Abstract:
ABSTRAK
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan (pola asuh, sanitasi lingkungan, dan riwayat penyakit infeksi) terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Proportional Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 32 ibu dan balita. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, lembar observasi, dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Bivariat (Chi-Square) dan Multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting di wilayah penelitian mencapai 43,8%. Hasil uji Chi-Square membuktikan terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara pola asuh (p=0,009; OR=5,60), sanitasi lingkungan (p=0,014; OR=4,80), dan riwayat penyakit infeksi (p=0,003; OR=7,20) terhadap kejadian stunting. Analisis multivariat menunjukkan ketiga faktor secara simultan berpengaruh terhadap stunting, dengan riwayat penyakit infeksi sebagai determinan yang paling dominan (Adjusted OR=6,85).
Kesimpulannya, riwayat penyakit infeksi berulang, pola asuh yang kurang baik, dan sanitasi lingkungan memenuhi syarat secara signifikan meningkatkan risiko stunting. Disarankan adanya intervensi spesifik terkait edukasi praktik pengasuhan, perbaikan sanitasi, serta surveilans infeksi berulang di tingkat komunitas.
Kata Kunci: Balita, Pola Asuh, Riwayat Penyakit Infeksi, Sanitasi Lingkungan, Stunting.