Unigal Repository

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAME KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2026

Show simple item record

dc.contributor.author Fuadah, Elis Munawarotul
dc.date.accessioned 2026-09-11T07:14:31Z
dc.date.available 2026-09-11T07:14:31Z
dc.date.issued 2026-08-01
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9678
dc.description.abstract FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAME KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2026 Latar Belakang: Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis, namun intensitas yang berat dapat memicu stres psikologis dan komplikasi persalinan jika tidak dikelola dengan baik. Manifestasi nyeri ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, baik dari aspek biologis, psikologis, kognitif, maupun eksternal. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor (usia, paritas, tingkat kecemasan, pengetahuan ibu, dan dukungan keluarga) yang berhubungan dengan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Sukarame Kabupaten Tasikmalaya tahun 2026. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin kala I fase aktif di wilayah kerja Puskesmas Sukarame pada periode Mei–Juni 2026. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling didapatkan sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner karakteristik, kuesioner HARS untuk kecemasan, kuesioner pengetahuan dan dukungan keluarga yang telah dimodifikasi, serta Numeric Rating Scale (NRS) untuk skala nyeri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank (alpha = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan intensitas nyeri persalinan (p-value = 0,546; rs = 0,115). Namun, terdapat hubungan negatif yang signifikan pada variabel paritas (p-value = 0,007; rs = -0,482), pengetahuan ibu (p-value = 0,031; rs = -0,395), dan dukungan keluarga (p-value = 0,003; rs = -0,524) terhadap intensitas nyeri. Sementara itu, tingkat kecemasan ditemukan memiliki hubungan positif yang paling kuat dan signifikan (p-value = 0,000; rs = 0,612) dengan intensitas nyeri persalinan. Kesimpulan: Faktor paritas, tingkat kecemasan, pengetahuan ibu, dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif, dengan faktor kecemasan sebagai variabel penentu yang paling dominan. Saran: Bidan disarankan mengoptimalkan family/husband-supportive care lewat teknik relaksasi serta skrining kecemasan dini, sementara Dinas Kesehatan perlu menguatkan program Kelas Ibu Hamil trimester III bermateri manajemen nyeri non-farmakologis dengan mewajibkan kehadiran pendamping. en_US
dc.description.sponsorship Dr. Bdn.Widya Maya Ningrum, SST., M.Kes., M.Tr.Keb Bdn Ririn Lestari, S.ST., M.Kes en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Program studi kebidanan en_US
dc.relation.ispartofseries ;1520125179
dc.subject Dukungan Keluarga, Intensitas Nyeri Persalinan, Kala I Fase Aktif, Kecemasan, Paritas en_US
dc.title FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAME KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2026 en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account