| dc.description.abstract |
Kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena memungkinkan siswa menghubungkan konsep-konsep matematika, baik antar topik, dengan disiplin ilmu lain, maupun permasalahan kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan koneksi matematis siswa masih tergolong rendah sehingga diperlukan model pembelajaran kontekstual yang berpusat pada siswa untuk membangun keterkaitan konsep secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) dengan konteks pengelolaan sampah dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan saintifik serta mengetahui besarnya pengaruh model tersebut terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Baregbeg Tahun Ajaran 2025/2026. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh kelas XE.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XE.4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan koneksi matematis yang telah memenuhi syarat uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji Independent Samples t-Test dan perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan koneksi matematis kelas eksperimen (20,84) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (17,08). Hasil uji-t memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,014 (p<0,05), yang membuktikan adanya pengaruh signifikan dari penerapan model CORE berkonteks pengelolaan sampah. Nilai effect size sebesar 0,73 menunjukkan pengaruh tersebut berada dalam kategori sedang. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran CORE dengan konteks pengelolaan sampah memberikan hasil kemampuan koneksi matematis yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. |
en_US |