Abstract:
Transportasi umum perkotaan memegang peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat; oleh karena itu, kinerja operasionalnya perlu disesuaikan dengan permintaan penumpang dan kondisi layanan aktual. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional transportasi umum perkotaan pada Rute 06
dan Rute 09 di Kabupaten Ciamis serta menganalisis kebutuhan jumlah armada berdasarkan rasionalisasi armada dan karakteristik operasional yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei dinamis dan statis. Analisis dilakukan dengan menggunakan beberapa parameter kinerja operasional, meliputi faktor muat (load factor), frekuensi, selang waktu antar-kendaraan (headway), waktu tempuh, waktu berhenti/layanan, total waktu perjalanan, kecepatan perjalanan, waktu tunggu di titik akhir (layover time), dan tingkat operasi kendaraan, dengan mengacu pada standar kinerja transportasi umum yang berlaku dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional kedua rute tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan. Rute 06 memiliki faktor muat 42,36%, frekuensi 2,45 kendaraan/jam, headway 23 menit 30 detik, waktu tempuh 24,74 menit, waktu layanan 2,68 menit, total waktu perjalanan 27,42 menit, kecepatan perjalanan 22,08 km/jam, dan waktu tunggu di titik akhir 8,15 menit. Rute 09 memiliki faktor muat 50,69%, frekuensi 4,25 kendaraan/jam, headway 13 menit 53 detik, waktu tempuh 39,87 menit, waktu layanan 1,87 menit, total waktu perjalanan 41,74 menit, kecepatan perjalanan 12,19 km/jam, dan waktu tunggu di titik akhir 3,06 menit. Berdasarkan rasionalisasi armada dengan menggunakan
target faktor muat sebesar 70%, kebutuhan armada ideal adalah 5 kendaraan untuk Rute 06 dan 22 kendaraan untuk Rute 09, dibandingkan dengan masing-masing 8 dan 31 kendaraan yang saat ini beroperasi. Oleh karena itu, terdapat potensi rasionalisasi armada sebanyak 3 kendaraan pada Rute 06 dan 9 kendaraan pada Rute 09. Temuan ini menunjukkan perlunya penyesuaian jumlah armada dan penjadwalan operasional berdasarkan permintaan penumpang guna
meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan angkutan umum perkotaan.