Abstract:
Rendahnya penggunaan kontrasepsi implan dibandingkan metode kontrasepsi lain menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman wanita usia subur (WUS) mengenai metode kontrasepsi jangka panjang tersebut. Pengetahuan yang baik diharapkan dapat membantu WUS memahami manfaat, efektivitas, cara kerja, serta efek samping KB implan sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dalam memilih metode kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu WUS dengan penggunaan KB implan di TPMB Dewi Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 35 ibu WUS memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebanyak 30 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitas, dengan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,926 yang menunjukkan instrumen memiliki reliabilitas sangat baik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact. dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang KB implan (74,3%) dan sebagian besar tidak menggunakan KB implan (80,0%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan KB implan (p<0,001) dengan kekuatan hubungan sangat kuat (Cramer’s V = 1,000). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan berhubungan dengan penggunaan KB implan, di mana ibu WUS yang memiliki pengetahuan lebih baik cenderung memilih menggunakan KB implan dibandingkan ibu dengan pengetahuan yang kurang. Oleh karena itu, tenaga kesehatan di TPMB disarankan meningkatkan edukasi dan konseling secara terstruktur mengenai KB implan agar pengetahuan ibu meningkat dan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang dapat ditingkatkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana.