Abstract:
Dismenorea merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja
putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga
berhubungan dengan derajat dismenorea adalah frekuensi konsumsi Fast Food.
Kandungan lemak yang tinggi pada Fast Food dapat meningkatkan produksi
prostaglandin yang memicu kontraksi uterus berlebihan sehingga menyebabkan
nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi
konsumsi Fast Food dengan derajat dismenorea pada remaja putri di SMAN 1
Sukadana Kabupaten Ciamis Tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.
Populasi penelitian berjumlah 118 siswi kelas X dan XI yang telah mengalami
menstruasi. Sampel sebanyak 59 responden dipilih menggunakan teknik
Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan
kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Spearman
Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi
konsumsi Fast Food kategori cukup sering sebanyak 39 responden (66,1%) dan
mengalami dismenorea sedang sebanyak 41 responden (69,5%). Hasil uji Spearman
Rank diperoleh nilai p-value sebesar 0,007 (<0,05) dengan koefisien korelasi (r)
sebesar 0,347 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan
hubungan cukup dan arah hubungan positif.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi Fast
Food dengan derajat dismenorea pada remaja putri di SMAN 1 Sukadana
Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Semakin tinggi frekuensi konsumsi Fast Food,
maka cenderung semakin tinggi pula derajat dismenorea yang dialami.