Abstract:
Kontraksi prematur merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur serta berdampak terhadap morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi. Berbagai faktor risiko maternal, seperti anemia, infeksi saluran kemih, dan jarak kehamilan, diduga berperan dalam meningkatkan kejadian kontraksi prematur. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor risiko maternal dengan kejadian kontraksi prematur pada ibu hamil di Ruang Kenanga RSUD dr. Soekardjo Tahun 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko maternal dengan kejadian kontraksi prematur pada ibu hamil di Ruang Kenanga RSUD dr. Soekardjo Tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 108 data rekam medis ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui telaah rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami kontraksi prematur (55,56%), tidak mengalami anemia (75,93%), tidak mengalami infeksi saluran kemih (75,00%), dan memiliki jarak kehamilan tidak berisiko (71,30%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan antara anemia dengan kejadian kontraksi prematur (p-value = 0,012), terdapat hubungan antara infeksi saluran kemih dengan kejadian kontraksi prematur (p-value = 0,007), serta terdapat hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian kontraksi prematur (p-value = 0,004).
Saran bagi pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan upaya deteksi dini dan penatalaksanaan faktor risiko maternal selama kehamilan melalui skrining anemia, ISK, serta edukasi mengenai perencanaan jarak kehamilan yang ideal. Ibu hamil juga diharapkan lebih rutin melakukan pemeriksaan kehamilan dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan.