| dc.description.abstract |
Latar Belakang : Berdasarkan World Health Organization (WHO), lebih dari 75% wanita mengalami masalah menstruasi. Di Indonesia, Riskesdas menunjukkan 11,7% remaja putri mengalami gangguan siklus menstruasi, sedangkan di Jawa Barat angkanya mencapai 14,4%. Gangguan siklus menstruasi pada remaja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah stres yang dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Tujuan : penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 2 Ciamis Tahun 2026. Metode : menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS-42 (subskala stres) dan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil : penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres sedang sebanyak 28 responden (33,7%) dan memiliki siklus menstruasi tidak normal sebanyak 51 responden (61,4%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,015 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 2 Ciamis Tahun 2026. Semakin tinggi tingkat stres, semakin besar kecenderungan terjadinya siklus menstruasi tidak normal. |
en_US |