Abstract:
Penelitian kualitatif studi kasus ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pengetahuan
prasyarat siswa dan memori kerja siswa karena tingginya kompleksitas materi
trigonometri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan beban kognitif intrinsik,
ekstrinsik, dan germane siswa kelas X SMK As Sulthoniah pada lima tahapan pemodelan
matematis, yaitu structuring, mathematizing, solving, interpreting, dan validating. Data
dikumpulkan melalui tes, observasi, dan wawancara terhadap 6 subjek terfokus dari 15
siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara
induktif menurut Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi
data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) beban intrinsik muncul pada tahap
mathematizing disebabkan oleh kompleksitas materi trigonometri yang menuntut siswa
untuk mengintegrasikan informasi dari bahasa soal cerita ke model matematika sehingga
siswa keliru dalam mengidentifikasi posisi sisi-sisi segitiga yang berimplikasi pada
kesalahan pemilihan rumus. Selain itu, beban intrinsik muncul pada tahap solving akibat
pengetahuan prasyarat aljabar dasar siswa lemah sehingga mengalami kesalahan
perhitungan akibat pemindahan ruas operasi perkalian dan pembagian; (2) beban
ekstrinsik muncul pada tahap structuring karena format soal panjang dan keberadaan
data pengecoh akibat guru tidak terbiasa memberikan soal cerita, serta gangguan
lingkungan berupa interaksi teman sebangku; (3) Beban germane muncul pada tahap
structuring sampai interpreting. Beban ini merupakan hasil dari penerapan strategi
belajar yang efektif oleh siswa dimana informasi yang tersimpan ke dalam memori
jangka panjang membuat siswa mampu menyelesaikan langkah-langkah pemodelan
matematis.