| dc.description.abstract |
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Keberhasilan penerapan K3 dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pengetahuan pekerja mengenai K3 serta pengawasan yang dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan K3, menganalisis pengaruh pengetahuan dan pengawasan terhadap penerapan K3 pada proyek penyempurnaan gedung baru RSUD Pandega Pangandaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pekerja yang terlibat dalam proyek. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan K3 berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 3,90. Variabel pengetahuan memperoleh nilai mean sebesar 4,22 kategori sangat tinggi, sedangkan variabel pengawasan mendapatkan nilai mean sebesar 3,95 dengan kategori tinggi. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan K3 (t = 0,490; Sig. = 0,627), meskipun memiliki arah positif. Sebaliknya, pengawasan berpengaruh positif dan berpengaruh signifikan terhadap penerapan K3 (t = 4,468; Sig. < 0,001). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa pengetahuan dan pengawasan secara bersama-sama berpengaruh terhadap penerapan K3 (f = 15,409; Sig. <0,001). Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,674 menunjukkan hubungan yang kuat, sedangkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,425 menunjukkan bahwa pengetahuan dan pengawasan mampu menjelaskan 42,5% variasi penerapan K3. |
en_US |