Abstract:
ABSTRAK
Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Tambaksari, masih terdapat ibu hamil yang belum patuh mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS). Data Puskesmas Tambaksari tahun 2025 juga menunjukkan bahwa dari 70 ibu hamil, sebanyak 30 orang mengalami anemia, yang sebagian besar ditemukan pada trimester I dan trimester III.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) di Puskesmas Tambaksari Tahun 2026.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 70 ibu hamil, dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah pengetahuan ibu hamil tentang anemia, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan konsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang anemia (45,71%) dan patuh mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) (55,71%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) di Puskesmas Tambaksari Tahun 2026 (p-value = 0,001).
Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang anemia berhubungan dengan kepatuhan konsumsi Multiple Micronutrient Supplement (MMS). Peningkatan edukasi mengenai anemia dan pentingnya konsumsi MMS selama kehamilan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi MMS.