Abstract:
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan prioritas global dan sering disebut silent killer karena minim gejala klinis. Prevalensi hipertensi di Indonesia telah melampaui 30% pada penduduk dewasa. Salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian hipertensi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), di mana peningkatan IMT khususnya pada kategori berat badan lebih dan obesitas terbukti berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Kelurahan Ciamis Wilayah Kerja Puskesmas Ciamis. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis observasional analitik dan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 258 orang, dengan besar sampel 72 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin dan diambil melalui teknik simple random sampling. Instrumen: Pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang memuat berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah, dengan alat ukur timbangan berat badan, microtoise, dan sphygmomanometer digital. Hasil: Sebagian besar responden memiliki IMT kategori normal (45,8%), diikuti obesitas (27,8%), kurus (13,9%), dan gemuk (12,5%). Sebanyak 81,9% responden mengalami hipertensi derajat 1 dan 18,1% derajat 2. Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = 0,271 dengan p-value = 0,021 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara IMT dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Kelurahan Ciamis Wilayah Kerja Puskesmas Ciamis, dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi lemah. Semakin tinggi IMT seseorang, semakin tinggi kecenderungan derajat hipertensinya.