Abstract:
Pendahuluan: Mahasiswa keperawatan tingkat akhir rentan mengalami stres akademik dan gangguan tidur akibat kompleksitas penyusunan skripsi. Dalam kondisi tersebut, media sosial sering digunakan sebagai sarana hiburan dan pelarian emosional untuk mengurangi tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat insomnia dan stres akademik pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui metode cross-sectional. Sampel terdiri dari 54 mahasiswa keperawatan tingkat akhir melalui teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstandarisasi (Intensitas Penggunaan Media Sosial, ISI dan SASS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden memiliki intensitas penggunaan media sosial tinggi (59,3%), mengalami insomnia ringan (57,4%), dan stres akademik sedang (77,8%). Secara statistik menunjukkan terdapat hubungan dengan arah negatif antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat insomnia (p-value = 0,010, r = -0,348) dan stres akademik (p-value = 0,017, r = -0,322). Diskusi: Peningkatan penggunaan media sosial terbukti berkorelasi dengan penurunan insomnia dan stres akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial dapat berperan sebagai mekanisme koping adaptif bagi mahasiswa dalam merelaksasi ketegangan psikologis. Meskipun demikian, regulasi diri tetap esensial guna mencegah adiksi digital, sehingga kesejahteraan mahasiswa secara holistik di dunia nyata dapat terus terjaga.