Abstract:
Child grooming merupakan kejahatan seksual digital yang berlangsung secara bertahap dan terselubung sehingga sulit dikenali, terutama oleh remaja sebagai pengguna internet paling aktif, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-awareness dengan kemampuan pencegahan risiko child grooming pada remaja di SMA Negeri 1 Ciamis. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan rancangan korelasional dan pendekatan cross-sectional terhadap 100 responden kelas X dan XI yang dipilih melalui proportional random sampling, dengan data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-awareness dan kemampuan pencegahan risiko child grooming yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-awareness kategori sedang (87%) dan kemampuan pencegahan kategori baik (51%), dengan p value = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan hubungan signifikan dan positif antara kedua variabel, sehingga semakin tinggi self-awareness, maka semakin baik kemampuan pencegahan risiko child grooming. Penelitian ini merekomendasikan program edukasi dan promosi kesehatan jiwa untuk meningkatkan self-awareness remaja melalui peran sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga.