| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah tradisi Cio Tao di Tangerang, menganalisis makna tradisi Cio Tao pada masyarakat Tionghoa, serta mendeskripsikan persepsi generasi muda Tionghoa terhadap tradisi Cio Tao dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengurus Klenteng Boen Tek Bio, tokoh masyarakat Tionghoa, generasi muda Tionghoa, serta perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Cio Tao berasal dari tradisi perkawinan masyarakat Hokkian yang dibawa oleh para perantau Tionghoa ke Tangerang dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa Benteng. Dalam perkembangannya, tradisi ini mengalami penyesuaian dengan kondisi sosial masyarakat setempat tanpa menghilangkan nilai-nilai utamanya. Pelaksanaan tradisi Cio Tao meliputi tahapan pra-pernikahan, seperti lamaran, penentuan hari baik, persiapan perlengkapan ritual, busana pengantin, serta persiapan mental dan spiritual, kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti yang meliputi sembahyang kepada Tian dan leluhur, penyalaan lilin merah, ritual Cio Tao (penyisiran rambut), tea ceremony, hingga doa penutup dan perjamuan keluarga. Tradisi ini mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, bakti kepada orang tua, keharmonisan keluarga, tanggung jawab, dan pelestarian budaya. Generasi muda memandang tradisi Cio Tao tetap relevan meskipun pelaksanaannya mengalami penyesuaian dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menguatkan bahwa tradisi Cio Tao memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Tionghoa di Tangerang. |
en_US |