| dc.description.abstract |
Tendi Anggara, NIM. 3402220166. “Pengaruh Kompensasi Finansial
Terhadap Kepuasan Kerja (Suatu Studi Pada Perusuhaan Kerupuk Mulia
Rasa)”. Dibawah bimbingan Faizal Haris Eko Prabowo, S.E.,M.M.
(Pembimbing I) dan Enjang Nursolih, S.H.,M.M. (Pembimbing II)
Pentingnya pengelolaan sumber daya manusia pada industri manufaktur,
khususnya mengenai bagaimana kebijakan imbalan materiil berinteraksi dengan
kondisi psikologis tenaga kerja. Masalah utama dalam penelitian ini adalah
adanya kesenjangan antara tuntutan beban kerja fisik karyawan pabrik kerupuk
yang besar dengan pemenuhan ekspektasi finansial yang mereka terima dari
manajemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh kompensasi finansial terhadap kepuasan kerja karyawan. Subjek
penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Kerupuk Mulia Rasa dengan melibatkan
seluruh karyawan yang berjumlah 35 orang sebagai responden. Metode penelitian
yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif verifikatif dengan metode sensus
atau sampel jenuh. Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran
kuesioner, sedangkan analisis data statistik menggunakan rumus Regresi Linier
Sederhana dan Koefisien Korelasi Product Moment. Hasil penelitian secara
deskriptif menunjukkan bahwa variabel kompensasi finansial berada pada
kategori rendah dengan total skor 710, sedangkan variabel kepuasan kerja justru
berada pada kategori sangat tinggi dengan total skor 2.248. Secara verifikatif,
hasil analisis korelasi menghasilkan nilai rxy sebesar 0,391, yang membuktikan
bahwa kompensasi finansial berpengaruh signifikan dengan arah hubungan positif
namun berada pada tingkat hubungan yang lemah. Simpulan umum dari penelitian
ini menyatakan bahwa instrumen materiil berupa kompensasi finansial memiliki
kontribusi searah dalam membentuk konstruksi kepuasan kerja, di mana
keterbatasan finansial pada usaha tradisional secara unik mampu dikompensasi
oleh kuatnya ikatan kekeluargaan sosial di lingkungan kerja. Secara khusus,
hipotesis penelitian dinyatakan diterima, yang berarti setiap perbaikan hak
keuangan karyawan secara linear akan tetap memicu eskalasi kepuasan kerja
mereka. Berdasarkan hasil tersebut, saran praktis yang diajukan bagi pemilik
perusahaan adalah menerapkan skema upah fleksibel berbasis target harian serta
mengoptimalkan fasilitas kesejahteraan non-tunai demi menjaga produktivitas.
Sementara bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengatasi hambatan
lapangan dengan memperluas model penelitian menggunakan pendekatan metode
kombinasi (mixed methods) dengan menambahkan variabel lingkungan kerja fisik
atau kompensasi non-finansial.
Kata Kunci: Kompensasi Finansial, Kepuasan Kerja. |
en_US |