Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan inovasi digital oleh Tim Penggerak PKK dalam pemberdayaan UMKM di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Hal tersebut terlihat dari masih rendahnya kemampuan sebagian pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan pemberdayaan, pelatihan dan pendampingan yang belum dilaksanakan secara rutin, serta belum optimalnya kegiatan publikasi, sosialisasi, dan keberlanjutan pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan inovasi digital oleh Tim Penggerak PKK dalam pemberdayaan UMKM, hambatan-hambatan yang dihadapi, serta upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dengan jumlah 8 informan dan data sekunder berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa Inovasi Digital oleh Tim Penggerak PKK dalam pemberdayaan UMKM di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis yang diukur melalui 4 (empat) dimensi, yaitu Innovation Agenda, Innovation Process, Innovation Product, dan Innovation Symbolic, menunjukkan bahwa 3 (tiga) dimensi telah berjalan dengan baik, yaitu Innovation Agenda, Innovation Process, dan Innovation Product, sedangkan 1 (satu) dimensi yaitu Innovation Symbolic belum berjalan secara optimal. Hal tersebut terjadi karena masih terdapat beberapa hambatan, yaitu rendahnya kemampuan digital sebagian pelaku UMKM, kurangnya keterampilan dalam pelatihan dan pendampingan yang belum dilaksanakan secara rutin, keterbatasan sarana pendukung, serta belum optimalnya keberlanjutan pemberdayaan. Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan media digital, sosialisasi mengenai pemasaran digital, peningkatan kerja sama dengan pihak terkait, serta pendampingan secara berkelanjutan agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan media digital secara mandiri.