| dc.description.abstract |
Pekerjaan konstruksi yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja mendasari perlunya penerapan manajemen risiko K3 yang terencana, seperti pada Proyek Pembangunan Puskesmas Binangun, Kabupaten Cilacap, yang bertujuan untuk mengenali bahaya, mengevaluasi tingkat risiko, dan merumuskan pengendalian yang sesuai dengan kondisi lapangan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode Hazard Analysis meliputi uji validitas dan reliabilitas SPSS dari kuesioner total sampling, penilaian risiko berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004, serta analisis pengendalian menggunakan HIRA dan HAZOP yang menghasilkan temuan berupa dominasi bahaya ergonomi dan mekanis, dengan sebaran tingkat risiko 5,77% rendah, 71,15% sedang, dan 23,20% tinggi, di mana skor tertinggi 9,612 terdapat pada variabel pekerja kurang konsentrasi; sehingga direkomendasikan penguatan pengawasan harian oleh HSE, pelaksanaan tool box meeting rutin, peningkatan kepatuhan APD, serta penegakan disiplin keselamatan kerja.
Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Manajemen Risiko, Hazard Analysis, HIRA, HAZOP |
en_US |