Abstract:
Latar Belakang pada penelitian ini yaitu berdasarkan laporan PWS KIA UPTD
Puskesmas Cidolog tahun 2025, dari 239 ibu hamil tercatat cakupan kunjungan
antenatal K1 sebanyak 204 orang, K4 sebanyak 182 orang, dan kunjungan lengkap
(K6) sebanyak 198 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan
pelayanan Antenatal Care (ANC) belum optimal karena masih terdapat kesenjangan
antara jumlah ibu hamil dan capaian kunjungan sesuai standar. Tujuan penelitian ini
yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda
bahaya kehamilan dengan kepatuhan dalam melakukan Antenatal Care (ANC) di
Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cidolog Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Metode
penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional.
Sampel pada penelitian ini ibu hamil trimester III yang berdomisili di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis. Penelitian
melibatkan seluruh populasi sebanyak 35 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan tentang tanda bahaya
kehamilan dalam kategori baik (54,29%), sedangkan kepatuhan Antenatal Care
sebagian besar berada pada kategori tidak patuh (62,86%). Hasil uji hipotesis
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil
tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan Antenatal Care dengan nilai
koefisien sebesar 0,458 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan
sedang dan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Saran dari penelitian ini yaitua
peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan perlu disertai
dengan upaya peningkatan kepatuhan kunjungan Antenatal Care melalui edukasi
yang berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji faktor-faktor lain
yang memengaruhi kepatuhan ANC agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.