Abstract:
Latar Belakang: Penggunaan gadget pada anak usia sekolah semakin meningkat dan dapat memengaruhi perilaku makan. Penggunaan gadget yang berlebihan, terutama saat makan, menyebabkan anak mudah terdistraksi sehingga berisiko mengalami perilaku sulit makan. Tujuan: Mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perilaku sulit makan pada anak usia sekolah di SD Negeri 4 Maleber. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, dengan sampel sebanyak 64 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner intensitas penggunaan gadget sebanyak 16 pernyataan dan kuesioner perilaku sulit makan sebanyak 19 pernyataan. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan gadget kategori tinggi sebanyak 36 responden (56,3%), sedangkan perilaku sulit makan kategori kurang sebanyak 59 responden (92,2%). Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perilaku sulit makan (ρ-value = 0,001; r = 0,417), dengan arah hubungan positif. Kesimpulan: Semakin tinggi intensitas penggunaan gadget, semakin tinggi kecenderungan terjadinya perilaku sulit makan pada anak usia sekolah. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat mengawasi dan membatasi penggunaan gadget, terutama saat waktu makan, untuk membantu membentuk kebiasaan makan yang sehat.