Abstract:
Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja putri,
namun paparan konten yang intensif berpotensi memengaruhi persepsi terhadap
citra tubuh (body image). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara intensitas penggunaan media sosial dengan body image pada remaja putri di
SMAN 1 Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis pada tahun 2026. Desain penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan rancangan cross
sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden siswi kelas X dan XI yang
dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner intensitas penggunaan media sosial dan body image yang disebarkan
secara daring melalui Google Form kemudian dianalisis menggunakan uji statistik
korelasi Spearman Rank untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan antar
variabel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki
intensitas penggunaan media sosial kategori sedang 74 dan mayoritas memiliki
body image negatif 62. Platform yang paling banyak diakses adalah TikTok, dengan
jenis konten kecantikan paling dominan dijumpai. Hasil uji statistik diperoleh nilai
p-value = 0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi rho = 0,394, menunjukkan terdapat
hubungan signifikan dengan kekuatan lemah hingga sedang. Disimpulkan bahwa
semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin besar kecenderungan
remaja putri mengalami body image negatif. Diperlukan edukasi literasi digital bagi
remaja putri untuk meminimalkan dampak negatif media sosial terhadap body
image.