Abstract:
Peningkatan volume sampah menuntut peralihan operasional lokasi pembuangan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), seperti pada TPST Karyamulya di Kabupaten Ciamis. Perubahan tata letak kawasan ini mengharuskan pembangunan infrastruktur jalan lingkar (loop road) baru di atas elevasi tanah asli untuk mengakomodasi sirkulasi armada truk pengangkut sampah bermuatan berat. Jika struktur perkerasan tidak dirancang dengan matang, repetisi beban gandar ekstrem dapat memicu kegagalan struktur dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung tebal struktur perkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid pavement) untuk umur rencana 20 tahun berdasarkan pedoman Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024, serta melakukan komparasi teknis guna merekomendasikan jenis perkerasan yang paling sesuai.
Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif rekayasa yang terstruktur. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengujian lapangan menggunakan instrumen Dynamic Cone Penetrometer (DCP) pada lima titik trase jalan rencana untuk memperoleh persentase California Bearing Ratio (CBR) desain, serta survei volume Lintas Harian Rata-rata (LHR) armada operasional. Proyeksi analisis pembebanan kumulatif selama 20 tahun dihitung dengan mengintegrasikan laju pertumbuhan sampah Kabupaten Ciamis sebesar 3,78% per tahun, yang selanjutnya dikonversikan menjadi nilai Cumulative Equivalent Standard Axle Load (CESAL) sebagai parameter desain perkerasan lentur dan Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN) untuk perkerasan kaku.
Hasil analisis menyimpulkan bahwa nilai CBR desain tanah dasar adalah sebesar 10%, dengan akumulasi pembebanan lalu lintas mencapai 1,22\times {10}^{6} ESA dan 2,66\times {10}^{5} JSKN. Perancangan perkerasan lentur menghasilkan total ketebalan 60 cm, yang tersusun dari AC-WC (4 cm), AC-BC (6 cm), Lapis Fondasi Cement Treated Base (15 cm), LFA Kelas B (15 cm), dan Capping Layer (20 cm). Di sisi lain, perkerasan kaku memerlukan total ketebalan 67,5 cm, meliputi Pelat Beton BBDT (20 cm), Beton Kurus (12,5 cm), LFA Kelas A / B (15 cm), dan Capping Layer (20 cm). Mempertimbangkan keandalan struktural terhadap tegangan beban statis serta imunitas material terhadap kerusakan akibat paparan air lindi (leachate), struktur perkerasan kaku tipe BBDT sangat direkomendasikan sebagai prioritas utama pada zona operasional kritis di kawasan TPST Karyamulya.
Kata Kunci : Perkerasan Lentur, Perkerasan Kaku, Komparasi Teknis, MDPJ 2024, TPST.
Description:
Ir. Uu Saepudin, S.T., M.T.
Ir. Taufik Martha, S.T., M.T.