Abstract:
Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode yang rentan mengalami gejala
kecemasan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kondisi tersebut
adalah Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan takut tertinggal informasi,
pengalaman, atau aktivitas orang lain. Tujuan: Mengetahui hubungan Fear of
Missing Out (FoMO) dengan gejala kecemasan pada remaja di SMP Negeri 2
Ciamis Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional
melibatkan 94 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling
dari populasi 576 siswa kelas 7 dan 8. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner
Fear of Missing Out Scale (FoMOS) dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD7), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Rata-rata
skor FoMO adalah 30,52 (SD = 5,902; rentang 14-46). Sebagian besar responden
mengalami gejala kecemasan minimal (43,6%) dan ringan (40,4%). Terdapat
hubungan positif yang bermakna antara FoMO dan gejala kecemasan (r = 0,379; p
< 0,01) dengan kekuatan hubungan rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan
positif dengan kekuatan rendah antara FoMO dan gejala kecemasan pada remaja.
Hasil penelitian ini mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan mental
melalui edukasi penggunaan media sosial yang sehat, penguatan strategi koping
positif, serta skrining dini gejala kecemasan.