Abstract:
Keterlambatan pada proyek konstruksi jalan merupakan salah satu kendala utama yang berdampak langsung pada penambahan waktu pelaksanaan, pembengkakan biaya (cost overrun), serta penurunan kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan, menentukan faktor yang paling dominan, serta menganalisis pemeringkatan faktor keterlambatan pada paket pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Batas Bandung/Garut – Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang terlibat langsung dalam operasional proyek. Analisis data dilakukan menggunakan metode Relative Importance Index (RII) terhadap 18 indikator yang terbagi ke dalam 7 kelompok faktor utama.
Hasil analisis instrumen menunjukkan seluruh item pernyataan dinyatakan valid (r-hitung > 0,361) dan sangat reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,922). Berdasarkan hasil perhitungan RII secara individual, diperoleh 4 indikator dengan kategori "Sangat Tinggi" (RII 0,80–1,00). Faktor yang paling dominan mempengaruhi keterlambatan proyek adalah keterlambatan pengiriman material (X3.1) dengan nilai RII sebesar 0,886 (peringkat 1), diikuti oleh kerusakan alat berat (X2.2) dengan nilai RII 0,866 (peringkat 2), perawatan alat yang kurang baik (X2.4) dengan nilai RII 0,840 (peringkat 3), dan ketersediaan stok material kurang (X3.2) dengan nilai RII 0,820 (peringkat 4). Sementara itu, hasil RII rata-rata per kelompok menunjukkan kelompok faktor Material menempati peringkat tertinggi (RII = 0,784), diikuti faktor Eksternal (RII = 0,768), Peralatan (RII = 0,760), Tenaga Kerja (RII = 0,704), Manajerial (RII = 0,680), Perencanaan/Metode Kerja (RII = 0,653), dan Keuangan (RII = 0,643). Upaya mitigasi keterlambatan harus diprioritaskan pada penguatan manajemen rantai pasok material serta pemeliharaan preventif dan ketersediaan alat berat di lapangan.
Kata Kunci: Keterlambatan Proyek, Rekonstruksi Jalan, Relative Importance Index (RII), Material, Peralatan.