Abstract:
Perencanaan tenaga kerja merupakan faktor krusial dalam mengendalikan durasi proyek konstruksi, namun praktik di lapangan sering kali hanya didasarkan pada pengalaman tanpa analisis kuantitatif yang terukur, sehingga memicu keterlambatan atau inefisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jumlah tenaga kerja dengan durasi proyek, serta menentukan kebutuhan jumlah tenaga kerja ideal untuk mencapai durasi penyelesaian yang optimal. Studi kasus dilakukan pada pekerjaan Lantai Kerja (Lean Concrete) di Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi X.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang menggabungkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di lapangan selama lima hari untuk mengukur produktivitas aktual tenaga kerja harian. Sementara itu, data sekunder berupa Bill of Quantity (BOQ) dan time schedule (Kurva S) digunakan sebagai acuan dasar. Data tersebut kemudian diolah dan disimulasikan ke dalam perangkat lunak Microsoft Project menggunakan jenis tugas (Task Type) Fixed Work untuk memodelkan pengaruh fluktuasi alokasi tenaga kerja terhadap durasi pelaksanaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aktual dengan 6 pekerja dan 1 mandor hanya menghasilkan produktivitas 2,51 m³, di bawah standar ideal sebesar 3,37 m³, sehingga memicu proyeksi keterlambatan dari rencana 56 hari menjadi 75 hari. Melalui simulasi optimalisasi, penambahan tenaga kerja menjadi 12 pekerja dan 2 mandor berhasil meningkatkan produktivitas menjadi 5,03 m³ dan memangkas durasi menjadi 37,5 hari, atau 50 % lebih cepat dari jadwal rencana. Temuan ini mengonfirmasi adanya korelasi negatif antara jumlah pekerja dan durasi, serta menghasilkan rekomendasi teknis berupa skema dua grup kerja paralel untuk menghindari kepadatan ruang (spatial congestion) di lapangan.
Description:
Dosen Pembimbing I :Dr. Ir. Atep Maskur ,S.T.,M.T.
Dosen Pembimbing II : Vivy Nurfauziah ,S.T.,M.T.