Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja struktur dan keamanan Gedung BSI di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terkait rencana penambahan lantai secara vertikal dari 3 menjadi 5 lantai. Analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan membuat model elemen hingga 3 dimensi (3D finite element model) berdasarkan gambar Detail Engineering Design (DED) eksisting. Parameter pembebanan struktur dan analisis spektrum respons gempa dievaluasi secara ketat mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) terbaru, yaitu SNI 1727:2020 untuk beban desain minimum, SNI 2847:2019 untuk persyaratan beton struktural, dan SNI 1726:2019 untuk tata cara perencanaan ketahanan gempa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rencana perluasan vertikal ini tidak aman jika dilaksanakan dalam kondisi struktur eksisting saat ini. Penambahan beban mati dan beban hidup yang signifikan dari dua lantai baru menyebabkan redistribusi gaya-gaya dalam, sehingga beberapa elemen balok utama mengalami tegangan berlebih (overstressed) dengan nilai Demand-Capacity Ratio (DCR) melebihi 1,0. Sebaliknya, mayoritas kolom eksisting dan pelat lantai masih berada dalam batas kapasitas aman. Oleh karena itu, perkuatan struktur (retrofitting) sangat direkomendasikan pada balok-balok kritis tersebut—seperti melalui metode concrete jacketing, pemasangan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP), atau penambahan profil baja—guna menjamin integritas dan keamanan struktur pada konfigurasi 5 lantai.
Kata Kunci: Evaluasi Kinerja Struktur, Perluasan Vertikal Gedung, SAP2000, Analisis Spektrum Respons, Demand-Capacity Ratio, Perkuatan Struktur.