Abstract:
Latar Belakang: Intra Uterine Device (IUD) merupakan salah satu metode
kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif, namun penggunaannya di wilayah
kerja Puskesmas Cikembulan masih rendah. Pengetahuan ibu diduga berperan
dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi IUD. Tujuan:
Mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan penggunaan kontrasepsi IUD di
Puskesmas Cikembulan Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan
desain
observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional
melibatkan 95 akseptor KB yang dipilih dari populasi 2.111 akseptor. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel,
kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α
= 0,05). Hasil: Sebanyak 37 responden (38,9%) memiliki pengetahuan kurang,
sedangkan 72 responden (75,8%) tidak menggunakan kontrasepsi IUD.
Penggunaan IUD lebih banyak ditemukan pada responden dengan pengetahuan
baik dibandingkan responden dengan pengetahuan cukup maupun kurang. Uji
Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan
ibu dengan penggunaan kontrasepsi IUD (p < 0,001). Kesimpulan: Pengetahuan
ibu berhubungan secara signifikan dengan penggunaan kontrasepsi IUD.
Penguatan edukasi dan konseling berbasis bukti diperlukan untuk meningkatkan
pengetahuan serta penerimaan masyarakat terhadap kontrasepsi IUD.