| dc.description.abstract |
Kehamilan meningkatkan kebutuhan zat gizi untuk mendukung pertumbuhan janin dan mempertahankan kesehatan ibu. Kekurangan status gizi dapat menghambat pembentukan hemoglobin sehingga meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil. Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan yang berpotensi menimbulkan komplikasi bagi ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Tambaksari Tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 53 ibu hamil trimester II dan III, dengan sampel sebanyak 47 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, serta pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan Hb meter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal (57,4%) dan tidak mengalami anemia (61,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,003 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi berdasarkan IMT dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II dan III. Disimpulkan bahwa ibu hamil dengan status gizi kurang lebih berisiko mengalami anemia dibandingkan ibu dengan status gizi normal. Pemantauan status gizi dan kadar hemoglobin secara rutin diperlukan sebagai upaya pencegahan anemia pada ibu hamil. |
en_US |