Abstract:
Analisis harga satuan pekerjaan merupakan komponen penting dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), karena perbedaan koefisien tenaga kerja, bahan, dan peralatan dapat menghasilkan harga satuan yang berbeda dan memengaruhi biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan harga satuan pekerjaan berdasarkan metode AHSP Tahun 2026 dan SNI Tahun 2016, menganalisis deviasi harga satuan, mengidentifikasi faktor penyebab deviasi, serta menganalisis dampaknya terhadap biaya total proyek rumah tinggal 2 lantai di Kota Tasikmalaya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa data primer dan sekunder yang meliputi RAB, harga satuan upah dan bahan, volume pekerjaan, serta pedoman AHSP Tahun 2026 dan SNI Tahun 2016. Analisis dilakukan terhadap tujuh item pekerjaan, yaitu galian tanah, timbunan tanah, pasangan batu, bekisting sloof, bekisting kolom, dinding bata merah, dan plesteran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AHSP Tahun 2026 menghasilkan harga satuan lebih tinggi pada pekerjaan galian tanah dan timbunan tanah, sedangkan lima pekerjaan lainnya menghasilkan harga satuan lebih rendah dibandingkan SNI Tahun 2016. Deviasi harga satuan berturut-turut sebesar Rp21.363/m³, Rp20.988/m³, −Rp246.180/m³, −Rp61.773/m², −Rp95.478/m², −Rp11.707/m², dan −Rp22.747/m².
Deviasi harga satuan disebabkan oleh perbedaan koefisien penyusun, terutama tenaga kerja serta pada beberapa pekerjaan dipengaruhi oleh perbedaan koefisien bahan. Total dampak deviasi pada tujuh item pekerjaan sebesar −Rp25.599.546 dari nilai total proyek sebesar Rp600.493.568, sehingga memberikan penurunan biaya sebesar 4,26%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode dan koefisien penyusun harga satuan dapat memengaruhi biaya pekerjaan dan biaya total proyek.