Abstract:
Latar Belakang: Diare merupakan masalah kesehatan utama anak usia sekolah dengan prevalensi nasional 10–15%. Kecamatan Cipaku mencatat kasus diare tertinggi ketiga di Kabupaten Ciamis tahun 2025 (1.101 kasus). Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan orang tua dan kebiasaan cuci tangan anak dengan kejadian diare di SDN 4 Buniseuri Cipaku Ciamis. Metode: Deskriptif kuantitatif, cross sectional. Sampel 84 responden dari 106 populasi menggunakan proporsional random sampling. Variabel independen: pengetahuan orang tua dan kebiasaan cuci tangan; variabel dependen: kejadian diare. Instrumen kuesioner pengetahuan (16 item Guttman) dan cuci tangan (15 item Likert) diuji validitas (r>0,396) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha ≥0,70) di SDN 1 Buniseuri. Analisis menggunakan Chi-Square dan Fisher’s Exact Test (α=0,05). Hasil: Sebagian besar orang tua berpengetahuan baik (72,6%), kebiasaan cuci tangan anak kategori cukup (50,0%), dan 14,3% anak mengalami diare. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan orang tua dengan kejadian diare (p=0,027). Kebiasaan cuci tangan tidak berhubungan bermakna (p=0,657). Kesimpulan dan Saran: Pengetahuan orang tua berhubungan signifikan dengan kejadian diare. Puskesmas Cipaku disarankan meningkatkan penyuluhan diare dan sekolah mengintegrasikan edukasi PHBS dalam pembelajaran.