Abstract:
Latar Belakang: Pengetahuan tentang menstruasi yang kurang dapat menyebabkan perilaku manajemen nyeri menstruasi yang tidak tepat pada remaja putri. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan perilaku manajemen nyeri menstruasi pada siswi di MTsN 15 Ciamis. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif dan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel pengetahuan tentang menstruasi dengan variabel perilaku manajemen nyeri menstruasi. Sampel berjumlah 70 siswi kelas VII dan VIII yang telah mengalami menstruasi dan dismenore primer, diambil dengan teknik stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan tentang menstruasi (25 soal pilihan ganda) dan kuesioner perilaku manajemen nyeri menstruasi (25 pernyataan skala Likert 4 poin). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank.. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (45,7%) dan perilaku kurang (52,9%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,002 (*p* < 0,05) dengan koefisien korelasi rₛ = 0,362. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan lemah dan arah positif antara pengetahuan tentang menstruasi dengan perilaku manajemen nyeri menstruasi. Pengetahuan yang lebih baik cenderung diikuti perilaku yang lebih baik. Implikasi: Penelitian ini merekomendasikan perlunya program edukasi kesehatan reproduksi terstruktur di sekolah melalui kerja sama dengan puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswi dalam mengatasi nyeri menstruasi.