Abstract:
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA TASIKMALAYA
Neni Alfiani¹, Sri Heryani², Ratna Suminar³
Program Studi Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh, Ciamis, Indonesia
Email Co-Author: nenialfiani1234@gmail.com
ABSTRAK
Praktik pembedahan sectio caesarea (SC) mengalami peningkatan secara global. Di RS Permata Bunda Tasikmalaya tercatat 932 kasus SC selama tahun 2025. Nyeri pasca SC akibat insisi pembedahan dapat membatasi mobilisasi, mengganggu proses menyusui, dan menghambat pemulihan. Penanganan nyeri umumnya menggunakan terapi farmakologis, sedangkan intervensi nonfarmakologis seperti relaksasi autogenik belum banyak diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap penurunan skala nyeri pada ibu post sectio caesarea di RS Permata Bunda Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 65 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu 6–12 jam pascaoperasi dan mengalami nyeri ringan hingga sedang (NRS 1–6). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian relaksasi autogenik selama 15 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data berdistribusi tidak normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skala nyeri sebelum intervensi sebesar 5,49 (SD 0,504) dan sesudah intervensi sebesar 2,65 (SD 0,543). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -7,285 dan p-value <0,001 (p<0,05), sehingga Ha diterima. Terdapat pengaruh signifikan teknik relaksasi autogenik terhadap penurunan skala nyeri pada ibu post sectio caesarea. Relaksasi autogenik dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis komplementer dalam penatalaksanaan nyeri pascaoperasi SC.
Kata Kunci: autogenik, nyeri, relaksasi, sectio caesarea