Abstract:
Intensitas screentime yang tinggi pada anak prasekolah dapat
memengaruhi perkembangan bahasa, khususnya keterlambatan bicara (speech
delay). Penggunaan paparan media digital secara berlebihan menyebabkan
berkurangnya interaksi verbal antara anak dan orang tua sehingga stimulasi
bahasa menjadi kurang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan intensitas screentime dengan speech delay pada anak
prasekolah di PAUD An-Nur Desa Bahara Kabupaten Ciamis. Metode
Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
analitik korelasional dan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 46
responden dengan teknik total sampling. Instrumen Penelitian: Pengumpulan
data menggunakan kuesioner intensitas screentime dan Kuesioner Pra Skrining
Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil
Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden
(47,8%) memiliki intensitas screentime tinggi dan hampir setengah responden
(45,7%) mengalami speech delay kategori belum sesuai. Hasil uji statistik
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas screentime
dengan speech delay dengan nilai p-value 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi
sebesar 0,569. Kesimpulan: Semakin tinggi intensitas screentime maka semakin
tinggi risiko speech delay pada anak prasekolah. Oleh karena itu, orang tua perlu
membatasi penggunaan paparan media digital serta meningkatkan interaksi verbal
secara langsung pada anak.