| dc.description.abstract |
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang
signifikan di Indonesia, dengan prevalensi 48,9% (Riskesdas 2018) dan 33,06% di
Kabupaten Pangandaran pada tahun 2023. Program pemberian tablet Fe melalui
pelayanan Antenatal Care (ANC) telah dijalankan pemerintah, namun
keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kepatuhan ibu hamil, yang diduga
berkaitan dengan tingkat pengetahuan mereka tentang anemia. Penelitian ini
bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang
anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe di Puskesmas Langkaplancar.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan
pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 95 responden dari populasi ibu
hamil yang melakukan kunjungan ANC, dipilih dengan teknik purposive sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan (23 item) dan kepatuhan
konsumsi tablet Fe (6 item), lalu dianalisis secara univariat dan bivariat (uji Chi Square). Hasil menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan baik
(55,8%; n=53), cukup (33,7%; n=32), dan kurang (10,5%; n=10). Sebanyak 69,5%
(n=66) responden patuh mengonsumsi tablet Fe, sedangkan 30,5% (n=29) tidak
patuh. Proporsi kepatuhan meningkat seiring peningkatan pengetahuan: 40,0%
pada kelompok kurang, 62,5% pada kelompok cukup, dan 79,2% pada kelompok
baik. Uji Chi-Square menunjukkan χ² = 7,216; df = 2; p = 0,027 (p < 0,05),
menandakan hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Terdapat hubungan
signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan
konsumsi tablet Fe di Puskesmas Langkaplancar. Ibu hamil berpengetahuan lebih
baik cenderung lebih patuh mengonsumsi tablet Fe. Disarankan integrasi edukasi
kelompok (kelas ibu hamil) dan konseling individual pada setiap kunjungan ANC
guna meningkatkan kepatuhan. |
en_US |
| dc.description.sponsorship |
Dr. Tita Rohita, S.Kep., Ners., MM., M.Kep
Arifah Septiane Mukti, SST., M.Kes |
en_US |