Abstract:
Regina Prameystie. GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM KOLOM
KOMENTAR TIKTOK PADA UNGGAHAN YANG MEMBAHAS FIGUR
PUBLIK INARA RUSLI (ALTERNATIF PENGAYAAN BAHAN AJAR TEKS
ANEKDOT). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh.
Juli 2026.
Kritik warganet terhadap figur publik di media sosial tidak selalu disampaikan secara
langsung, melainkan kerap dikemas melalui gaya bahasa sindiran. Fenomena ini
tampak jelas pada kolom komentar TikTok yang membahas figur publik Inara Rusli,
tempat warganet menyampaikan kritik dan penilaian melalui berbagai jenis sindiran
kebahasaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan karakteristik gaya
bahasa sindiran dalam kolom komentar tersebut serta menghasilkan alternatif
pengayaan bahan ajar teks anekdot berdasarkan hasil analisis. Penelitian
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa komentar
warganet pada unggahan TikTok terkait Inara Rusli periode November 2025–April
2026. Data dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman berdasarkan teori gaya
bahasa sindiran Gorys Keraf. Hasil penelitian menemukan 61 data gaya bahasa
sindiran, dengan sinisme sebagai jenis paling dominan (31,1%), diikuti sarkasme
(26,2%), ironi (19,7%), satire (16,4%), dan inuendo (6,6%). Keberagaman kelima
jenis sindiran tersebut menunjukkan bahwa kolom komentar TikTok merupakan
ruang komunikasi digital yang kaya secara linguistik dalam menyampaikan kritik
sosial. Temuan tersebut kemudian diimplementasikan sebagai bahan ajar teks
anekdot digital berbasis e-book Canva bagi peserta didik kelas X Fase E, yang
berdasarkan hasil validasi dua guru Bahasa Indonesia dinyatakan sangat layak
dengan rata-rata kelayakan sebesar 92%.