| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Night Eating Syndrome (NES) merupakan gangguan pola makan yang ditandai dengan peningkatan konsumsi makanan pada malam hari dan berpotensi mempengaruhi status gizi remaja. Data penjaringan kesehatan SMP Negeri 2 Ciamis tahun 2025 menunjukkan adanya siswa dengan status gizi gemuk dan obesitas, serta kebiasaan makan malam yang mengarah pada karakteristik NES. Tujuan: Menganalisis hubungan antara Night Eating Syndrome dengan status gizi remaja di SMP Negeri 2 Ciamis. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 90 responden dipilih menggunakan proporsional random sampling. NES diukur menggunakan Night Eating Questionnaire (NEQ), sedangkan status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil: Sebagian besar responden tidak menunjukkan indikasi Night Eating Syndrome (88,9%), sedangkan prevalensi Night Eating Syndrome sebesar 11,1%. Status gizi responden terdiri atas normal (66,7%), kurus (25,6%), gemuk (4,4%), dan obesitas (3,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai r = 0,18 dan p-value = 0,09 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Night Eating Syndrome dengan status gizi remaja di SMP Negeri 2 Ciamis. Status gizi remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan kualitas tidur, aktivitas fisik, asupan energi, dan tingkat stres. |
en_US |
| dc.description.sponsorship |
Asri Aprilia Rohman, S.Kep., Ners., M.Kes;
Gita Cahyani, S.Tr.Kep., Ners., M.Tr.Kep. |
en_US |