| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum sepenuhnya optimalnya peran Pemerintah Desa Panjalu dalam pelestarian Upacara Adat Nyangku, yang ditunjukkan oleh belum meratanya keterlibatan masyarakat dan generasi muda, koordinasi antarpihak yang masih perlu diperkuat, serta keterbatasan sumber daya pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran Pemerintah Desa Panjalu dalam pelestarian Upacara Adat Nyangku. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian terdiri atas data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari sembilan informan yang dipilih secara purposive, yaitu Kepala Desa, Ketua Yayasan Borosngora, Ketua BPD, Ketua Karang Taruna, penggiat budaya, dan tokoh masyarakat, sedangkan data sekunder berasal dari buku, artikel, jurnal, peraturan, dan dokumen terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan teori Jones dalam Mahsun yang meliputi Regulatory Role, Enabling Role, dan Direct Provision of Goods and Services.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pemerintah Desa Panjalu telah dilaksanakan melalui regulasi, pemberdayaan masyarakat, kerja sama dengan berbagai pihak, serta penyediaan sarana dan prasarana. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena partisipasi masyarakat dan generasi muda belum merata, koordinasi antarpihak belum maksimal, serta terdapat keterbatasan anggaran dan fasilitas pendukung. Kesimpulannya, peran Pemerintah Desa Panjalu telah berjalan, tetapi masih memerlukan penguatan agar pelestarian Upacara Adat Nyangku berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. Saran penelitian ditujukan pada peningkatan koordinasi, pemberdayaan masyarakat dan generasi muda, serta penguatan sarana, prasarana, dan pendanaan. |
en_US |