Abstract:
Nyeri punggung bawah merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami pekerja dengan posisi duduk statis, termasuk penjahit. Kebiasaan duduk tidak ergonomis dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang lumbal sehingga memicu nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kebiasaan duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada penjahit di Kecamatan Maja Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 59 penjahit, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kebiasaan duduk dan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kebiasaan duduk tidak baik sebanyak 32 orang (62,7%). Sebagian besar responden mengalami nyeri punggung bawah kategori ringan sebanyak 29 orang (56,9%). Hasil analisis diperoleh p-value 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi 0,507 yang menunjukkan hubungan sedang dengan arah positif. Disimpulkan bahwa semakin tidak baik kebiasaan duduk penjahit, semakin meningkat keluhan nyeri punggung bawah. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip ergonomi dalam bekerja. Penjahit disarankan menerapkan posisi duduk ergonomis, melakukan peregangan, dan beristirahat secara berkala.