Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pengayaan bahan ajar menulis teks
drama yang tidak hanya menekankan aspek struktur dan kebahasaan, tetapi juga
memuat nilai-nilai sosial yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Salah satu
nilai sosial yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sastra adalah feminisme.
Drama Korea Confidence Queen karya Hong Seung Hyun menampilkan tokoh
perempuan yang cerdas, mandiri, berani mengambil keputusan, serta mampu
menunjukkan sikap kritis terhadap ketidakadilan. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan karakteristik feminisme yang terdapat dalam drama Korea
Confidence Queen karya Hong Seung Hyun serta mendeskripsikan implikasinya
sebagai alternatif pengayaan bahan ajar menulis teks drama di SMA. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data primer
dalam penelitian ini berupa dialog, monolog, dan tindakan tokoh dalam drama Korea
Confidence Queen, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan
penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
teknik simak dan catat. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data,
serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
drama Korea Confidence Queen mengandung berbagai karakteristik feminisme, yaitu
feminisme liberal, feminisme Marxis, feminisme radikal, feminisme eksistensialis,
feminisme postmodern, serta feminisme psikoanalisis dan gender. Karakteristik
tersebut tercermin melalui penggambaran tokoh perempuan yang cerdas, rasional,
mandiri, mampu memimpin, berani menolak dominasi patriarki, serta memiliki
kesadaran untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri. Selain itu, karakteristik
feminisme dalam drama ini memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai alternatif
pengayaan bahan ajar menulis teks drama di SMA. Berdasarkan prinsip relevansi,
konsistensi, dan kecukupan, drama Confidence Queen dinilai sesuai untuk membantu
peserta didik mengembangkan tokoh, konflik, dialog, dan amanat yang lebih variatif,
kritis, serta dekat dengan realitas sosial.